Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2015

Summit Karya Peringga Ancala

Judul: Summit
Penulis: Peringga Ancala  Penyunting: Anida Nurrahmi
Penerbit: Ice Cube
Terbit: Mei 2015
Tebal: 193 halaman

KISAH di dalam novel Summit bercerita tentang Lika, gadis yang baru memasuki dunia perkuliahan itu bercita-cita menjadi guide perempuan berlisensi di gunung Rinjani. Sayang impiannya terganjal oleh statusnya sebagai salah satu bangsawan suku Sasak asli, ia perlu meyakinkan keluarganya. Kesempatan datang ketika Idan mahasiswa dari Jatinangor terdampar di Bandar Internasional Praya, Lombok Tengah. Laki-laki itu baru saja tertipu sebuah agen pendakian bodong. Ia beruntung mendapat pertolongan dari Lika, cita-citanya menyentuh puncak gunung Rinjani sebentar lagi terwujud.

Novel dengan tema pendakian memang selalu menawarkan sesuatu yang berbeda, seperti di dalam novel ini penulis setidaknya menyuguhkan tiga keunikan yaitu proses pendakian, keadaan Gunung Rinjani, dan karakter-karakter yang terasa natural.

Hal pertama adalah proses pendakian sendiri. Di dalam novel ini…

Jendela Kelam Naraya

JENDELA KELAM NARAYA Oleh Dede Abdul Hamid
        Bagi seorang Naraya hidup sudah tak bisa menawarkan rasa manis lagi sehingga ia memutuskan untuk mengurung jiwanya dalam sebuah jendela. Ritual yang tiap hari ia lakukan hanya terpaku di depan persegi panjang kaca dengan bingkai jati yang sengaja dipahat halus itu. Ia mencoba menorehkan segalanya di sana, bahkan sampai kedua orangtuanya pasrah untuk tak mengurusinya lagi. Bahkan salah satu di antaranya—ibunya—telah lama meninggalkannya, kabar burung yang beredar ia sudah benar-benar tidak kuat lagi mengurusi anak semata wayangnya yang ia pikir sudah setengah gila.
    Naraya tak melakukan segalanya begitu saja. Selalu ada alasan ketika satu fenomena terjadi dalam hidupnya. Suatu waktu ia sudah hampir tak kuat lagi menanggung gunjingan tetangga-tetangganya yang sebegitu banyaknya tentang dirinya, yang hampir kepala tiga tetapi tak kunjung ada yang meminangnya. Ia berdoa pada Yang Maha Kuasa untuk disegerakan didatangkan pangeran yang b…

Resensi Buku Diabetes Bisa Sembuh

Judul: Diabetes Bisa Sembuh Penulis: Hans Tandra Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit: 2015 Tebal: 248 Halaman Desain Sampul: Suprianto Desain Isi: Sukoco “Diabetes bisa kita temukan di mana-mana, angka kejadiannya terus melonjak tajam, bahkan cenderung menakutkan. Komplikasi diabetes bisa menyerang mata, jantung, ginjal, saraf, bahkan bisa sampai terjadi kemungkinan amputasi kaki. Jelaslah betapa diabetes harus ditangani dengan sangat serius.” (Tandra, 2015:1)
Buku bersampul hijau muda dengan ilustrasi sederhana karya seorang dokter sekaligus konsultan kesehatan ini bermuatan banyak pengetahuan-pengetahuan seputar diabetes. Isi buku lebih dominan mengenai penanganan diabetes sekaligus pencegahan bagi orang-orang yang belum terdeteksi diabetes. Tetapi, tidak seperti buku-buku kesehatan lain yang hampir bahasa dalam penyampaiannya kompleks, buku ini hadir dengan penyampaian yang komunikatif dan mudah dipahami. Dan tentu saja dua puluh satu bab yang terdapat di dalammnya tidak …

Review Kumcer ‘Hanya Kamu yang Tahu Berapa Lama Lagi Aku Harus Menunggu’ Karya Norman Erikson Pasaribu

Blurb
Kamu tahu, mungkin hidup semua orang, termasuk kamu dan aku, akan lebih mudah jika kita boleh menikah dengan bantal yang menyangga kepala kita setiap malam, yang mengusir demam, menjauhkan kuntilanak dari mimpi, mengamini doa-doa, merindukan kita di siang hari, menyimpan aroma sampo yang kita sukai, menyerap keringat, liur, air mata, tumpahan kopi tanpa sekalipun protes, dan berbisik ke telinga kita di tiap malam yang murung: "Berbahagialah. Berbahagialah. Di luar sana. Seseorang mencintaimu, seseorang tengah mencintaimu.." Tetapi, apakah dunia ini akan membiarkan kita menikahi sesuatu yang tidak berasal dari kita, meskipun ia mencintai kita tanpa merasakan duka dan damba? Sepertinya tidak. Semoga hanya "belum" sehingga kita bisa menunggu datangnya hari itu. Sekarang, coba bayangkan gunung terdekat dari rumahmu.(Kalau tak ada, kamu boleh membayangkan Gunung Fuji ataupun Everest.) Coba bayangkan gunung itu pecinta sedang menunggu orang yang dicintainya. Dan dia…

Tentang Waktu Karya Tyas Effendi

Dari Rimba Aceh ke Stockholm

[Review] Pay It Forward by Emma Grace

[Review] Memutar Ulang Waktu by Gabriella Chandra

Menuju Kedewasaan di Umur 17

Nuansa Jazz dan Trauma di Interlude

Judul: Interlude Penerbit: GagasMedia Penulis: Windry Ramadhina Terbit: Cetakan Pertama, Mei 2014 Tebal: 380 halaman
Interlude berkisah tentang Hanna yang berjuang melawan traumanya setelah satu tahun dia terus mengurung diri dan sembunyi dari dunia perkuliahannya yang ia tinggalkan sejenak karena cuti. Ia mencoba melakukan segala hal demi terlepas dari bayang-bayang pemerkosaan oleh kakak kelasya setahun lalu, ia coba mengkuti saran seorang psikiater ekspatriat yang mana selalu dikunjungi Hanna setiap seminggu sekali. Tetapi, luka itu terlanjur menganga di hati Hanna, ia pada akhirnya mengikuti perkuliahan lagi dan harus berani menghadapi tatapan teman-teman sekampusnya yang memandang dia iba. Bisakah Hanna lepas dari mimpi buruknya yang telah menghantuinya selama ini? Diam-diam takdir menghubungkannya dengan cowok playboy bernama Kai yang berprofesi sebagai gitaris band beraliran jazz yang tengah merintis karir. Bisakah Kai menolong Hanna agar terbangun dari mimpi buruknya?
Membaca…