Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2015

Musim Basah

Tiada hujan, maka tiada meluncur puisi-puisi yang turun dari langit. Bagi Rayina butir-butir dingin yang meluber dari langit selalu memberikannya ketenangan yang luar biasa, layaknya hari ini saat sudah beberapa hari tak hujan, ia sekarang bersama hujan yang menjebaknya di depan sebuah toko fotokopian yang tutup. Di tempat yang lengang itu ia terjebak bersama seorang lelaki bersetelan serba hitam.
    Si lelaki menatap sesuatu di depannya. Entah apa. Rayina yakin di depannya beserta lelaki itu mereka hanya melihat hujan dan beberapa kali kendaraan yang lewat. Baginya sekarang lelaki itu membuatnya siaga. Bagaimanapun Rayina memiliki kenangan yang buruk tentang hitam.
    Jack, pacarnya dulu suka sekali warna hitam. Sampai-sampai suatu hari Rayina mendapatkan bingkisan yang Rayina coba buka tepat satu jam setelah Jack memberikan barang spesial itu. Rasanya Rayina akan bangga karena dugaannya tentang kado tersebut adalah beberapa batang coklat. Dan benar saja saat itu Jack memberikannya …

Review Teenlit Inspiratif