Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2014

Bale Kabuyutan Desa Ciledug Wetan Cirebon

Kemarin mencoba datang ke tempat yang belum pernah dikunjungi. Kebetulan daerah dekat rumah saya. Tulisan ini tadinya telah terkirim ke media tempat PKL saya. Tapi, nasibnya naas karena harus berakhir di recycle bin komputer redaktur. Jadi, saya share saja di blog.
Berlokasi tepat di belakang kantor kuwu Desa Ciledug Wetan Kecamatan Ciledug, Bale Kabuyutan masih berdiri kokoh hingga kini. Bale Kabuyutan adalah salah satu situs peninggalan budaya leluhur Cirebon berbentuk bale kambang (tempat tidur dari kayu). Benda itu tersimpan di dalam ruangan berukuran sekitar 20 x 30 meter. Sedangkan bale kambang itu memiliki ukuran panjang 5 m, lebar 3 m, dan tinggi 0,5 m serta disangga oleh enam tiang.
Menurut Mundara (62) selaku juru kunci Bale Kabuyutan, tempat tersebut dulunya difungsikan sebagai tempat pengambilan sumpah bagi mereka yang hendak menganut Islam. Mundara yang sejak tahun 2002 menjadi juru kunci di tempat itu menuturkan bahwa fungsi-fungsi lain dimiliki pula oleh Bale Kabuyutan…

Review Jasmine

Sinopsis
Jasmine, ibarat sekuntum melati yang tercampakkan. Dalam gersangnya kehidupan, keindahan parasnya justru mengundang luka. Dean, The Prince, dedengkot jaringan Cream Crackers, ibarat pangeran misterius dari kegelapan. Menebar petaka, meski begitu, sejatinya masih tersisa sepenggal nurani di dalam jiwanya.

Mereka bertemu, dalam kerasnya gelombang kehidupan. Dalam luka-luka yang perih. Namun, dalam badai yang gencar mendera, cinta telah mendatangi mereka. Cinta yang membebat luka. Cinta yang secara ajaib, justru mengajarkan mereka tentang putihnya nurani dan indahnya cahaya.

ENDORSEMENT

“Kisah yang fantastis, mempercepat laju adrenalin! Diksi cintanya terasa segar, kisah para hacker Dean dan Ioran disajikan penuh petualangan. Tidak akan bosan dan kecewa membacanya.” (Sinta Yudisia, pegiat FLP, Penulis “Rinai “ dan lebih dari 40 buku).

Tidak mudah menggabungkan tema yang cukup rumit dengan romansa. Tetapi Lyta dengan kecermatan dan ketekunannya telah berhasil melewatinya. (Ifa Avianty…

Review Jingga dan Senja

Review Ayat Suci yang Menari

Judul: Ayat Suci yang Menari

Penulis: Garina Adelia
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Editor: Dewi Kartika Teguh Wati
Desain Isi: Irfan Emonk dan Nur Wulan
Desain Sampul: Suprianto
Tebal: 252 halaman
Tahun Terbit: 2014
ISBN: 978-602-03-0918-7 Blurb Perjalanan yang kulakukan seolah tak berarti, sampai aku bertemu dirimu—sosok yang pendiam, sinis, dan memukau. Tanpa kusadari, rasa lain mulai tumbuh saat kudengar lantunan syahdumu.

Aku ingin bersamamu, tapi ini bukan tempatmu. Batas hidup dan mati demikian tipis di sini. Ketika kusadari kematian membidikmu, aku tak bisa tinggal diam. Aku harus melindungimu! Lima orang asing di daerah asing.

Pertambangan batu bara Batulicin-Kalimantan Selatan menyambut Laura, Nicholas, Christopher, Ilse, dan Nikki dengan hawa panasnya. Anggota FOEI Belanda ini bermaksud melakukan penelitian dan penyuluhan lingkungan hidup. Dibantu pekerja lokal, mereka merasa siap menghadapi apa pun. Ternyata, pengrusakan alam yang parah justru menjadi tantangan terkecil; teror berunt…